Label 3

Cephalexin - Kegunaan, Dosis, Efek Samping

Cephalexin adalah antibiotik yang dapat mengobati sejumlah infeksi bakteri. Cephalexin membunuh gram positif dan beberapa bakteri gram negatif dengan mengganggu pertumbuhan dinding sel bakteri.

Cephalexin
Struktur kimia

Cephalexin

Indikasi:
Cephalexin digunakan untuk infeksi sendi dan tulang, infeksi saluran pernapasan, infeksi kulit dan struktur kulit, infeksi saluran urin, media otitis akut, pencegahan bakteri endokarditis.

Kontraindikasi:
Hipersensitif terhadap cephalexin atau komponen lain dalam sediaan. Sensitivitas silang dengan aminoglikosida lainnya dapat terjadi

    Dosis dan cara pemakaian:
    Dosis lazim
    • anak diatas 1 tahun: oral: 25-100 mg/kg/hari setiap 6-8 jam, maksimum 4g/hari.
    • Dewasa: oral: 250-1000 mg setiap 6 jam: maksimum 4 g/hari.
    Dosis untuk indikasi khusus anak >1 tahun oral:
    • furunculosis: 25-50 mg/kg/hari dalam 4 dosis terbagi.
    • Impetigo: 2,5 mg/kg/hari dalam 4 dosis terbagi
    • Media otitis: 75-100 mg/kg/hari dalam 4 dosis terbagi.
    • Pencegahan infeksi endokarditis (gigi, oral, saluran pernapasan): 50 mg/kg selama 30-60 menit sebelum tindakan.
    • Infeksi parah: 50-100 mg/kg/hari dalam 2 dosis terbagi setiap 6-8jam.
    • Abses kulit: 50 mg/kg/hari dalam 4 dosis terbagi (maksimum 4g)

    Faringitis streptokokal:
    • infeksi kulit dan struktur kulit: 25-50 mg/kg/hari setiap 12 jam.
    • Anak diatas 15 tahun dan dewasa oral: cellulitis dan mastitis: 500 mg setiap 6 jam,
    • furunculosis/abses kulit: 250 mg, 4 kali/hari.
    • Pencegahan infeksi endokarditis (gigi, oral, saluran pernapasan): 2 gram, satu jam sebelum tindakan.

    Efek samping:
    1. Efek hematologi: neutropenia, trombositopenia, leukositosis, granulositosis, monositosis, limfositopenia, basofilia, dan leukopenia reversibel.
    2. Efek pada ginjal dan genitourinari: terjadinya peningkatan konsentrasi bun dan kreatinin, disfungsi renal, nefropati toksik.
    3. Efek pada hati: terjadinya peningkatan sgot, alt, gamma glutamil transferase, dan alkalin fosfatase pada serum.
    4. Efek pada gastrointestinal: nausea, muntah, diare, nyeri pada perut, menurunnya nafsu makan, flatulensi, candidiasis.
    5. Efek lain: sakit dada, efusi pleural, infiltrasi pulmonary, batuk, rinitis.
    6. SSP: agitasi, bingung, halusinasi, sakit kepala.
    7. Kulit: angiodema, rash, steven-johnsons sindrom, urtikaria.

    Peringatan dan perhatian:
    1. Digunakan dengan peringatan terhadap pasien yang hipersensitivitas terhadap penisilin.
    2. Beberapa menyatakan bahwa sefalosporin harus dihindari pada pasien yang memiliki reaksi hipersensitivitas tipe segera dan tipe delayed terhadap penisilin dan obat lain.
    3. Digunakan dengan peringatan pada pasien yang memiliki sejarah penyakit, khususnya kolitis.

    Bentuk dan kekuatan sediaan:
    • Kapsul: 250 mg dan 500 mg.
    • Tablet: 250 mg, 500 mg, dan 1 g.
    • Suspensi oral: 125 mg/5 ml, 250 mg/5 ml.

    Penyimpanan dan stabilitas:
    • Sediaan oral: tablet, kapsul dan suspensi oral sefaleksin harus disimpan pada suhu ruang 15-30 C, Setelah rekonstitusi suspensi oral harus disimpan pada ruang bersuhu 2-8 C.
    • Dibuang jika tidak digunakan lagi selama 2 minggu.

    Subscribe to receive free email updates:

    0 Response to "Cephalexin - Kegunaan, Dosis, Efek Samping"

    Posting Komentar